ketika kita berhadap hadapan

Hampir tengah malam saat ini ,

Aku belum bisa tidur , atau belum ingin tidur .
Tak seperti biasanya , aku tak membiarkan kamu memeluku dari belakang , dibalik gelungan selimut ini . Aku sedang tak ingin merasakan nafasmu jatuh di tengkukku .

Aku ingin berhadap hadapan , ingin memandang wajahmu .

Kamu sudah tertidur . Sudah lelap . Kamu terlihat baik . Kamu tak terlihat tajam . Kamu …. Damai.

Dengan begitu jelas bisa kulihat , rahangmu yang membentuk sudut V halus .

Wajah yang tak menyimpan ancaman .
Kamu memang bukan yang paling tampan . Tapi selamanya kamu yang menjadi kecukupan .

Tak tahulah . Aku tak pernah paham , apa yang tersimpan dibalik wajah itu .
Apalagi menerka hati dibalik halus detak jantungmu itu .

Pemikiranmu , adalah yang tersulit bagi nalarku .
Tapi aku sudah memilih mencintaimu .

Jadi , sekarang disinilah aku . Memandangi kamu . Berhadap hadapan didalam tidurmu .

Berharap harap kamu tahu , ada sepotong hati yang erat erat merekat padamu .
Takut tergelincir lalu tak menentu.

-Gege-

Satu malam ditengah tengah mei

Categories: Uncategorized

sepotong ingatan tentang dia

Palembang , 1997 .

Aku baru berumur 9tahun . Kelas 4 SD .
Seingatku , mamah sudah 3hari tidak pulang , dan iya … Kami masih menumpang dirumah nenek .

Papah sibuk mencari . Kesana kemari .

Mamah sudah 3hari tak pulang .

Tapi , tadi siang ia datang .
Menemuiku yang sedang menunggu mobil antar jemput langganan .

Menanyakan kabar , membiarkanku memeluknya , membawakan sekotak roti . Serta menyelipkan uang 5ribuan .

Jangan lupa ditabung kata mamah … Dan jangan bilang papah kalau dia datang .

Aku mengiyakan .

Dia menemaniku sampai mobil datang .
Lalu kami berpisah.

Katanya lagi ‘belajar yang rajin , jangan nakal’ .

Lalu menciumku .
Aku ingat aroma parfume-nya .

Aku juga ingat kaus kembang kembangnya .

Celana jeans pendek kusam yang gaya . Juga sepatu kanvasnya .

Lalu mobil berjalan .

Aku bisa melihat rambutnya ditiupi angin . Wangi shampoo-nya juga terasa .

Aku masih ingat semuanya .

Apalagi disaat merindu begini .
Terang sekali semuanya .

-GEGE-

Categories: Uncategorized

Perkara Ayah

April 16, 2013 Leave a comment

Aku mengenang ‘ayah’ … Lalu aku menemukan mimpi buruk yang kusimpan jauh jauh dibalik ranjangku .

Aku mengingat ayah , sebagai potongan potongan yang berwarna kelam . Dengan sedikit percikan noda merah .

Aku mengingat ayah …. Seperti ketika meraba permukaan licin yang dingin . Yang berlapis lapis dibawahnya tersimpan luka .

Aku mengingat ayah …. Saat amarah dan kekacauan menyeruak dimana saja .

Aku mengingat ayah … Ketika ada rasa kecewa dan kehilangan yang besar …

Aku mengingat ayah …. Ketika aku dihadapkan pada kebuntuan . Pada kelelahan .

Tapi pada akhirnya … Aku mengingat ayah … Saat aku merelakan , mengikhlaskan dan memaafkan ….

Untuk melepaskan segala yang menghimpit … Adalah dengan mengikhlaskan

Aku ikhlas , saat ayahku tak ingin benar benar jadi ayah …
Saat iya lebih suka jadi raja . Bukan pemimpin .
Saat iya jauh lebih suka menjadi hakim , ketimbang berusaha berlaku adil …
Saat iya lebih suka menghukum , ketimbang mengajari ….

Aku pun akhirnya ikhlas … Ketika ia tak mampu berkeluarga … Ia hanya mampu beranak pinak .

Aku telah relakan …. Beberapa malam penuh teriakan . Beberapa lagi penuh air mata … Sisanya ialah kesuraman .

Tak apa apa … Aku sudah merelakan .

Kini juga aku cukup ikhlas …. Menerima ia sebagai kawan . Memanggilnya papa dan mencium tangannya .

Aku juga tak keberatan , anakku memanggilnya ‘nenang’ . Tak apa … Seiring waktu ia akan belajar .

Perkara ayah , ia mungkin sudah gagal … Nampaknya anakku akan menjadi tempat ia belajar . Soal bagaimana menjadi orang tua .

-gege-

Sore terik di Palembang

Categories: Uncategorized

seandainya aku boleh pulang ke rahim ibu …

April 13, 2013 Leave a comment

Seandainya aku diizinkan untuk meminta , maka keinginanku untuk saat ini adalah Pulang . Pulang ke rahim ibu .

Pulang kepelukan paling nyaman yang bisa disediakan manusia , dan rangkulan paling intim dengan tuhan . Rahim sang ibu .

Bergelung disana . Dalam genangan ketubannya yang menafkahiku lahir batin . Mengambang di rongga rahimnya yang menjagaku di batas dunia dan akhirat .

Seandainya saja bisa . Seandainya saja boleh ….

Lalu aku akan terlahir kembali . Utuh lagi . Solid kembali .
Tidak … Aku tak ingin menjadi baru . Tidak ingin mengganti takdirku .

Aku hanya ingin pulang … Sebelum benar benar pergi berperang .

Seandainya ….

Seandainya aku boleh pulang ke rahim ibu ….

Seandainya bahkan , bisa ku sesap aroma ibuku … Bisa kutangkap bayangannya dibalik pintu …

Seandainya ….

Dan jika anakku meminta rahimku sekali lagi …. Maka aku akan memberinya serta dengan nyawaku …

Apapun asal dia tak resah kehilangan rumah ….

_gege_

Sabtu pagi yang penuh aroma mamah

Categories: Uncategorized

di balik punggung mu

April 12, 2013 2 comments

Setiap kali murka mu datang , atas apa saja yang tak kau suka , yang sering kali tak kupahami , kau akan menghukumku ….

Setiap kali amarahmu tiba , atas apa saja yang mungkin melukaimu , yang lebih sering tak berawal kepadaku , akan kau akhiri dengan pasti di hati ku … Kau tetap akan menghukumku ….

Saat amarah dan murka melukai kita semua … Kamu akan memaksaku , merasakan luka lukamu juga .

Saat kamu memalingkan wajahmu dari ku . Saat kamu memunggungi hatiku . Kamu memaksaku terluka lebih banyak .

Di balik punggungmu , aku akan menangis tanpa suara . Dengan leleran air mata sampai ke ujung kaki . Menangisi kita yang begitu tersiksa . Menangisi apa saja yang bisa kutangisi .

Di balik punggungmu … Aku diminta merapikan masa lalumu yang kacau balau ….

Dibalik punggungmu , kamu menghukum masa lalu , yang tak sama sekali berkaitan denganku …

Dibalik punggungmu ….. Aku menerka nerka rahasia .

Dibalik punggungmu …. Hatiku berkeras untuk tetap memelukmu . Agar hatiku tak terhempas , lalu hancur …. Tapi lebih dari itu …. Aku berkeras untuk memelukmu … Agar kau tahu , luka lukamu itu , bisa kita sembuhkan . Seandainya cinta kau izinkan untuk melakukan keajaiban .

Dibalik punggungmu …. Aku selalu berdoa … Akan kebahagiaanmu . Lalu kebahagian kita … Terakhir aku mendoakan hatiku , agar ia tetap berbahagia, sekalipun hanya berada di balik punggungmu .
Amiin .

-Gege-

Tulisan yg terlalu lama menjadi draft .

Categories: Uncategorized

diantara lembaran lembaran buku

April 12, 2013 Leave a comment

Aku baru saja membaca sebuah buku . Buku yang kaya kata kata bersayap . Kata kata yang membawaku terbang melayang . Melayang entah kemana saja … Ke tempat tempat yang bahkan tak ingin kusinggahi .

Kata kata yang membicarakan prasangka , yang menggambarkan cemburu dan murka . Kata kata yang menuliskan luka . Kata kata yang membuatku berduka tetapi juga memaksa bersiaga ….

Rasanya … Aku ingin bersegera ikut membaca tanda , apakah kita juga tengah mengarah pada ujung simpul terbuka ?? Temali yang tercerai berai . Apakah benar kita begitu ….

Iya , ini sejelas jelasnya ibu dari prasangka . Bibit curiga yang lahir dari ketakutan … Iya ….

Hati , ketika ia jatuh cinta , mengapa lalu jadi begitu rapuh , mengapa jadi begitu mudah meluruh ?? Seolah kepada cinta itu sajalah dia bergantung , berpijak dan mengambang .

Tahukah kamu jawabannya sayang ??

Dan … Diantara lembaran lembaran buku yang kubaca itu …. Kamulah yang selalu muncul .

Atau mungkin, kamulah yang selalu kucari .

Sayang …. Setiap hati ini mendenyut tak lazim … Sungguh, aku hanya ingin kamu memelukku … Dan mengatakan padaku … ‘Bukan, itu bukan tentang kita . Itu tak akan menjadi kita.’ …. Dan menghadiahkan satu kecupan.

Diantara lembaran lembaran buku ini …. Aku merasai gusarku yang kasar .

-gege-

Sore hari disisi Asya

Categories: Uncategorized

Teruntuk kamu berdua

February 13, 2013 Leave a comment

Untaian kata pertama :

Kepada kamu kekasih dalam imajinasiku …..

Selamat nyaris tengah malam sayang .
Apa kabar kamu ?? Aaahh … Basabasi basi!! Iya aku tahu , kamu begitu baik . Kamu bersinar . Kamu berpendar pendar seperti lampu disko . Kamu … Manik manik di mataku …

kutuliskan kata2 ini tidak lain untuk menyenangkan hatiku sendiri . Persis seperti mengelus lembut permukaan kain sutra yang disimpan karena begitu berharga . Begitulah rasanya.

Kamu tahu sayang … Aku terkadang menertawai diriku sendiri … Bagaimana tidak … Sedikitpun aku tidak pernah menggeser kamu dari hatiku , padahal kita sudah sama sama paham kenyataan .

Sayang , aku mencintai kamu dengan begitu ideal di alam khayalku , kamu yg merupakan perwujudan dari setiap doa ku sebagai seorang wanita … Kamu itu , ibarat ksatria berjubah putih . Mungkin karena itulah tuhan tak membiarkan kamu jadi nyata , karena aku akan membuat jutaan wanita lainnya iri . Tuhan memang maha adil …..

Kamu lembut , tapi disatu sisi kamu begitu tangguh … Kamu sensitif …. Tapi juga teguh …. Kamu pencerita , juga pendengar … Kamu pencinta , dan selalu mudah dicintai … Kamu sempurna … Dan menjadikan kamu tidak untuk jadi nyata …

Di alam khayal ku kamu sempurna terjaga , kucintai dengan paripurna . Kamu segala sari kebaikan yang kuabadikan …
Kadang aku begitu kesal sayang … Mengapa kita harus bertemu ?? Kenapa kenangan kita terlalu indah ?? Mengapa membencimu itu mustahil ?? Mengapa ??
Entah … Mungkin Tuhan masih menginginkan aku tersenyum, setiap saat kamu menyelinap di lindap ingatanku .

Yaah … Kurasa memang begitu . Kita bertemu , untuk dapat saling mendirikan kuil dihati masing masing … Dan disanalah cinta kita letakkan … Cinta yang hanya untuk dipuja , diberi sesaji … Tanpa bisa ternikmati atau termiliki …

Sayangku …. Semoga kita selalu bahagia. Amin.

Untaian kata kedua :

Kepada kamu , kekasih yang berbagi nafas , tawa dan perih denganku ….

Sayangku … Kumulai rangkaian kata kata ini dengan rengekan , dengan cecaran tanya dan sebagainya ….
Sayangku … Kenapa kamu biarkan aku kesakitan menanggung kebohonganmu ? Ketidaksetiaanmu ? Ketidak teguhanmu ? Sedangkan aku belum punya kekuatan untuk pergi begitu saja dari sisi mu ??

Sayang … Mengapa kamu membawa begitu banyak pemeran pembantu dalam cerita yang seharusnya kita saja ?? Lalu ketika aku hampir menyerah , kamu selalu kembali dengan mawar merah ??

Sayang …. Mengapa aku begitu marah ,tetapi juga begitu rindu ?? Sayang …. Mengapa kita saling menyakiti , didalam rumah yang bernama cinta ?? Mengapa ??

Sayang … Tahukah kamu aku mencintaimu tanpa pernah bertanya ? Sayang ….. Tahukah kamu jika cinta ini nyata …. Sadarkah kamu hati ini luka luka ? Mengertikah kamu jika aku sukar melupa ??

Sayang ….
Kamu adalah kekasih yang kupeluk dalam nyataku , kamu adalah cinta yang kukecap di nadi ku … Luka yang kamu tinggalkan itu bukan imaji … Pahamkah kamu ??

Sayang , pulanglah dengan kejujuran besertamu , kembalilah dengan kesetian membayangimu … Teduhilah hati kita dengan kepercayaan , dengan kedamaian.

Sayang … Cinta tak seharusnya kamu jadikan senjata ….

Sayang …. Tuhan menjadikan kita satu . Merestui kita lewat pertemuan … Sayang , mengapa kita seperti menyianyiakan kesempatan ??

Diakhir katakataku …. Aku menutupnya dengan doa … Semoga kita bahagia , semoga kita menemukan segala yang kita butuhkan untuk saling menjaga dengan cinta. Tapa perlu saling meluka . Amin.

Sayang ….
Dalam sadar aku katakan … Aku Mencintaimu ….

_mahisya Tjampaka_

Categories: Uncategorized

Surat Untuk Anakku 2

February 13, 2013 Leave a comment

My Dear Asya ….

Umurmu sudah lewat 6bulan sekarang, pertumbuhan kamu menakjubkan …. Berat badan dan panjang tubuh yang bertambah drastis , sungguh nak … Mamam bahagia.

Kamu juga sudah menerima beberapa vaksin imunisasimu … Aaahh sayang …. Makin hari, cinta mamam ini semakin bertumbuh. Mungkin inilah cinta yang seharusnya anakku … Cinta yang bertumbuh. Cinta yang bertambah seiring waktu .

Nak … Setiap mamam melihat anak bayi lain, mamam akan otomatis berkata dalam hati ‘aaahh … Lucuan juga anak aku’ …. Nak …. Untuk mamam kamu selamanya permata . Selamanya indah , selamanya cahaya surga … Tapi ingatlah sayang, tidak semua orang akan memperlakukanmu dengan cara seperti itu …
Dunia akan selalu kejam. Maka selalulah jadi yang terbaik. Jadi permata disetiap kesempatan.
Dunia akan lebih ramah kepada mereka yang berkilau nak …

Kamu jangan lepaskan sedikitpun cita citamu … Jangan korbankan sedikitpun dari hasratmu … Kamu , teguhlah pada hatimu …

Sisanya … Biar mamam yang perjuangkan … Sisanya …. Biar mamam yang menanggung .
Begitu banyak mimpi yang mamam lepaskan … Begitu banyak cita cita yang mamam abaikan … Alasannya tak cuma satu , dan mamam harus memilih .
Nak .. Mamam tidak mau kamu harus mengalami hal seperti itu … Mamam mau , kamu tetap benderang …. Bahkan ketika gulita menyerang .

Mahisya Prajna Paramitha ku …. Tetaplah menjadi sumbu yang menghidupi jiwa mamam …

Sampai disini dulu ya sayang … Nanti mamam tuliskan lagi surat lainnya.

-atas nama cinta-

Categories: Uncategorized

untuk kamu

August 20, 2012 Leave a comment

Kutulis hanya untuk kamu …
Ya .. Kamu.

Tahukah kamu, yang tersulit diantara kita adalah soal kepercayaan.

Yah … Bukan soal membangun atau menjaga, kali ini kesulitan kita adalah mengembalikan kepercayaan .

Aku minta maaf kepada kamu … Jika aku tak bisa mempercayaimu seperti dulu …

Luka ini memang sudah lama. Tapi belum juga reda. Apalagi ingatannya yang kadang kala menggila. Maaf … Aku belum mampu melupakan.

Luka sejenis yang kau toreh berulang ulang kali. Luka yang luar biasa menguras rasa bahagia.

Maka saat ini aku katakan, yang selalu menyulut api diantara kita , adalah rasa percaya yang belum pulih.

Aku sudah berusaha memulihkan diri , tapi kurasa kamu tidak pernah berniat membantuku pulih. Belum lagi orang orang diluar kita, yg sering tanpa sengaja atau bahkan sengaja menambahkan bara ….

Kamu selalu punya sudut runcing bernama rahasia . Sudut yang seringkali menciptakan luka untukku. Aku sudah sering mengatakan kepadamu …. Sudut tajam dan runcing itu tak akan pas diantara kita .

Ah … Sudahlah …

Bukankah kita sama sama lelah ?
Sama sama tak merasa bersalah ??

Yah … Mungkin akan selamanya begini.

Luka, rasa percaya dan kekeraskepalaan.

Tak sadarkah kita tengah melukai cinta.

-GIE-

Categories: Uncategorized

DEWA

August 14, 2012 Leave a comment

Selamat Malam kamu ….

Ini sepucuk surat untuk kamu. Sebelum pergi, biar kujelaskan dulu duduk perkaranya ….

Sayang ….
Sungguh … Cintamu terasa begitu tepat, benar dan menentramkan . Cinta yang tak pernah membahayakanku. Cinta yang seharusnya kupilih . Cinta yang sebaiknya kupelihara lalu kuhidupi dengan segenap jiwa raga …

Sayang ….
Benarlah bahwa cintamu tak pernah ingkar, cintamu tak pernah alpa, tidak juga dusta ….
Cintamu ialah yang terbaik.

Tapi aku tak merasa pantas memilikinya . Atau …. Aku memang tak bisa memilikinya …

Tak bisa sayang. tak mungkin bisa.
Diantara kita, ada satu cinta lagi …. Cinta dari lelaki yang mungkin tak lebih baik darimu . Tapi sudah kupastikan, aku tetap memilihnya .

Dia laki laki yang kucintai dengan begitu sederhana, tanpa syarat, tanpa tuntutan. Dia laki laki , yang menerima segala yang kumiliki, yang bisa kuberikan.

Sayang … Jika kau sebut aku kekasih, maka kupanggil dia tali jiwaku , penyambung nyawaku …

Sekalipun, dialah luka yang sebenar benarnya luka dalam hidupku.

Kupilih dia tanpa hirau, kutinggalkan segalanya. Lalu dia khianat … Meninggalkanku tanpa daya … Dan kamu menjadi tongkat.

Aku paham sayang … Akulah btari durga … Yang hanya turut pada nafsu … Aku tak mengingkari … Benar adanya … Aku memelukmu, karena dia tak lagi menyentuhku.

Tapi sekarang dia pulang, pulang pada pelukanku … Menjadikan ‘kami’ rumah yang utuh kembali.
Dan aku …. Aku ingin berdiam disitu. Selalu.

Sayang , kaulah wisnu … Penjaga dan pemelihara … Dialah syiwa yang murka dan menghancurkan segala gala ….

Tapi logika luka manusia ku … Membuatku tetap memujanya . Tetap bersedia menjadi sajian dialtarnya …

Aahh …. Sayang … Maafkan aku.
Kamu mungkin muak membaca suratku … Tapi inilah faktanya .

Mungkin benar …. Pendosa cinta, akan selamanya disiksa cintanya sendiri . Seperti aku … Yg jelas tak bisa melepaskannya.

Selamat Malam kamu …..

Ah iya … Kutuklah aku jika kau rasa itu perlu. Tak apa … Tak mengapa.

-GIE-

Categories: Uncategorized